NEW WEBSITE!!!!

KUNJUNGI WEBSITE BARU SAYA.? KLIK DISINI...


Friday, 18 July 2014

// // 5 comments

New Website!!!!

Hallo kawan.

Buat kalian semua, sekarang saya membawa kabar yang menggembirkan.

Kulit manggis kini ada ekstraknya? Bukan!!

Tapi adamadis20.blogspot.com  sudah berganti menjadi adamadis.com

Jangan pernah bosen, dan terus menjadi pembaca setia ya, love you!!


Read More

Monday, 7 July 2014

// // 1 comment

Piala Dunia 2014







Jadi jadwal Piala Dunia benar-benar menghancurkan jadwal tidur saya. Dari yang tadinya makhluk dengan jam tidur normal, sekarang menjadi makhluk dengan jam tidur nokturnal. Tapi sepertinya panitia Piala Dunia itu perhatian banget sama kita-kita penonton layar kaca. Dari babak 16 besar menuju 8 besar, kita dikasih rehat buat membenarkan jadwal tidur yang udah berantakan. Dan dari babak 8 besar menuju 4 besar pun sama. Tentunya dalam beberapa hari yang luang itu, saya berusaha kembali bermesra-mesraan bareng kasur. Setelah dipaksa LDR-an dalam waktu lumayan lama. 

Dalam Piala Dunia 2014 di Brazil ini saya jagoin Portugal, saat itu saya berharap Portugal bisa lolos sampai babak semifinal. Tapi itu cuma harapan, kenyataanya Portugal gugur di fase grup. Sakit! Setelah Potugal gugur, saya punya satu jagoan lagi yaitu, Brazil. Kenapa engga Jerman? Saya sih mau-mau aja asalkan mereka itu enggak ngebuat Portugal udah kayak rujak bebek. 4-1 bro. Ibaratnya kamu udah nembak gebetan 4 kali, tapi cuma berbalas 1 kali , itupun ditolak. 

Tapi dalam hati yang terdalam saya sih mengharapkan Indonesia bisa bermain di Piala Dunia. Iya. Kalo Indonesia main di Piala Dunia saya bakalan dukung Indonesia. Walaupun masih banyak negara-negara favorit juara bertebaran disana. Cinta saya terhadap Indonesia sudah tercampur dalam darah saya. Cinta yang enggak bisa hilang.

Dan sekarang Piala Dunia 2014 sudah memasuki babak 4 besar atau Semi Final. Negara yang masih bertahan adalah, Brazil, Jerman, Argentina dan Belanda. Tuan rumah Brazil bakalan ketemu Jerman, dan Argentina bakalan ngelawan Belanda. Tentu ini adalah yang paling ditunggu-tunggu. Tapi entah kenapa kalo pertandingan sesama tim unggulan itu terkadang membosankan. Diibaratkan mereka itu masih jaim-jaim gimana gitu.

Berbeda antara tim yang engga diunggulkan atau underdog. Biasanya mereka bermain bagus, bermain dengan tekad dan semangat yang menggebu-gebu. Tentu kita masih ingat tentang Algeria yang membuat Jerman kewalahan, Costa Rica yang secara mengejutkan berhasil lolos dari fase grup dan melaju hingga babak 8 besar.

Piala Dunia 2014 adalah panggung pertunjukan untuk penjaga gawang. Banyak penjaga gawang yang namanya melejit karena penampilan apik-nya dalam mengamankan gawang dari serangan musuh. Penjaga gawang Meksiko, Ochoa dan Penjaga gawang Amerika Serikat, Tim Howard adalah contohnya. Saya dibuat terkagum-kagum oleh mereka. Wuedan.

Tentu bagi seorang remaja yang menyukai sepakbola, momen seperti ini adalah momen yang paling saya tunggu-tunggu. Demi bisa menyaksikan siaran Piala Dunia secara live, saya rela tracking satelit luar negeri hanya untuk mencari channel yang menanyangkan Piala Dunia tanpa harus bayar. Ya, selain mencintai wanita saya juga cinta gratisan. Dan dalam proses tracking itu butuh kesabaran, apalagi saya yang sebelumnya engga tau apa-apa tentang tracking. 

Pertandingan Piala Dunia 2014 bakalan kembali dimulai Rabu dinihari. Tentunya saya harus bersiap-siap lagi untuk menjadi makhluk nokturnal. Mungkin sampai disini dulu postingan saya kali ini, dari tadi bebeb Pevita udah manggil-manggil terus buat ditemenin bobo. Byee..
Read More

Wednesday, 18 June 2014

// // 1 comment

Kebebasan itu Layak Diperjuangkan

Sebentar lagi liburan akan segera tiba. Tinggal menunggu detik-detik menuju hari dimana otak ini akan beristirahat dengan santai, menikmati libur yang bener-bener tanpa adanya tugas sekolah. Dan liburan kali ini itu sebenernya momennya pas banget. Gelaran Piala Dunia diselenggarakan tepat disaat para pelajar seperti saya sedang menikmati kebebasan berbatas di sekolah. Meski sebelumnya sempat diisukan bahwa Brasil belum siap untuk menggelar Gelaran Piala Dunia, tapi pada akhirnya Brasil berhasil menepis semua rumor itu. Dan pada tanggal 12 Juni kemarin Piala Dunia resmi dimulai, Opening Ceremony lumayan baik walaupun tidak dapat dikatakan istimewa. Dan hal yang masih saya ingat adalah ketika J.Lo muncul, dan bernyanyi. Mata saya salah fokus, mana fokusnya otomatis lagi.

Selain itu liburan kali ini sepertinya bakalan lebih panjang, karena ditambah libur awal bulan puasa. Ahh, sepertinya kepingan surga sudah berada di depan mata.

Tapi engga semua hari libur itu membawa kebahagiaan, terkadang liburan juga bisa membawa bencana bagi mereka yang engga punya jadwal apa-apa. Hingga pada akhirnya mereka akan merasakan saat dimana, ketika sekolah pengen libur, dan ketika libur pengen sekolah. Tapi dengan satu syarat sekolahnya engga belajar, alias bebas.

Itu tentu bencana, bagi pikiran dan juga untuk berat badan. Kamu yakin pas liburan maunya tiduran sambil ngemil mulu? Enggak takut ketuker mana pipi mana perut? Dirumah kerjaannya bangun - nonton tv - makan - tidur siang - bangun - mandi - makan - online - ketiduran. Sudah jelas berdasarkan rantai kegiatan tersebut, dapat dikategorikan bahwa mereka adalah para jomlo terkutuk.

Tapi tenang buat kalian yang pada liburan kali ini engga punya rencana untuk berangkat keluar kota atau kedunia fana yang jauh disana. Bukan berarti liburan kalian bakalan lewat begitu aja. Sebenernya liburan itu engga perlu tempat yang jauh. Tapi yang penting, nyaman atau tidaknya kamu ketika berada disana. Percuma berlibur ke luar negeri kalo kamu merasa engga nyaman.






Lho bukannya liburan ke luar negeri itu selalu nyaman, ya?


Engga lah, kamu bakalan risi kalo liburan ke luar negeri dimana di negara itu sedang terjadi perang. Apalagi kalo perangnya itu adalah perang dingin antara seorang cowok sama cewek ngambek plus lagi pms. Kita hanya bisa berserah dan pasrah.

Bukan hanya itu, terkadang pada hari-hari libur kita sering merasa bosan kayak engga ada kerjaan gitu. Nah, kalo misalkan itu udah mulai menyerang perasaan kalian sebaiknya cepet-cepet keluar cari udara seger. Cari gebetan baru terus putusin. Cari mantan terus ajak balikan.  Libur juga identik dengan kebebasan. Iya. Disaat libur kita bebas mau bangun jam berapa atau mau tidur jam berapa pun engga masalah. Kan kita jomlo, iya kan? *tos* Seolah-olah kita keluar dari sebuah siklus.

"Kebebasan tidak pernah secara sukarela diberikan oleh penindas, melainkan harus dituntut oleh mereka yang tertindas." - Martin Luther King, Jr

Berbicara tentang kebebasan saya punya satu cerita dari salah satu teman jauh saya. Jadi cerita singkatnya itu dia punya temen deket beda jenis, yang sebutlah mereka itu sedang pacaran. Nah, jadi ceritanya itu berawal dari sini :

Kira-kira 1 bulan kebelakang saya mendapat kenalan baru dari social media. Sebut saja namanya Mila. Awalnya kita bisa kenalan sih simple aja, waktu itu adalah malam minggu dan seperti biasa engga ada yang bisa saya lakukan di malam minggu kecuali melototin laptop sambil nyium-nyium foto Pevita Pearce. Saya iseng buka omegle.com. Tetapi berkat pengalaman yang sudah-sudah, saya memilih mode chat daripada video, soalnya banyak burung yang berseliweran disana dan saya tidak mau menjadi kotor.

Buat ngebuktiin kalo dia itu cewe beneran, bukan cewek pengkolan. Kami tukeran sosial media, dan setelah buktinya cukup kuat saya percaya kalo emang dia itu cewek tulen. Obrolan saya sama dia terus berlanjut sampai beberapa hari, dan dari beberapa hari itu dia udah bisa menceritakan tentang kehidupannya kepada saya. Ya, saya engga bisa nolak, tapi saya engga keberatan kok karena ketika seseorang bercerita, kita hanya perlu menyiapkan telinga untuk mendengarkan.

Setelah menceritakan secara detail, saya sedikit bingung dengan pikiran si Mila ini. Mungkin otak dia sudah terkontaminasi dengan bubuk abate dan sudah menyebar hingga ke hati, sehingga menimbulkan efek kebal terhadap rasa sakit hati dan patah hati. Hebat.

Dan sekarang saya mau berbagi cerita tentang hubungan Mila dengan Kekasihnya. Tentu saja sudah mendapatkan ijin dan sudah lulus sensor. Siapa tahu cerita ini bisa menjadi pelajaran buat kita, kalo cinta yang hebat itu engga harus bertahan sampe sekarat. Selamat menikmati. Mohon maaf bila ada kesamaan tempat, tokoh, dan alur cerita.

Mila punya pacar seorang cowok yang masih dedek-dedek alias unyu-unyu kayak knalpot panas. Kita sebut saja Roger.  Dilihat dari avatar twitternya dia itu seorang cowok ganjen. Kenapa? Karena photonya pake effect sexy lips. Saat itu perut saya mendadak sakit.

Mereka sudah pacaran selama kurang lebih 5 bulanan. Bulan-bulan pertama mereka mengalami fase dimana dunia serasa milik mereka berdua, dimana ngeliat orang ngupil bakalan seru dan dimana topik obrolan itu enggak pernah habis. 

Tetapi berbeda setelah memasuki bulan-bulan berikutnya. Mila merasa kalo si Roger udah enggak se-respect dulu, engga seperhatian kayak dulu. Bahkan Mila pernah melihat Roger sedang kopdar dengan mantan-mantannya. Serem.

Hingga pada akhirnya hubungan itu terus menunjukan grafik menurun. Chat mereka sudah berotasi dari kata “Baby” menjadi “Bab*i”, dari “kamu lagi ngapain?” menjadi “kamu dimana sama siapa?” dari “kamu baik-baik ya, disana.” menjadi “Oh gitu. Yaudah have fun deh.” Sebuah hubungan itu memang sangat rentan terhadap perubahan apalagi yang berlabel pacaran, gampang banget berubahnya kayak cewek abege.

Nah singkat cerita, Mila ngerasa udah engga tahan. Dia bilang pacarnya itu suka ngelarang-larang, mau pergi ke mal pasti dilarang kalo perginya engga sama pacarnya. Mentionan dikit langsung ditanya itu siapa. Mila bilang, justru dengan dilarang-larang dirinya makin nekad buat ngelakuin hal-hal yang dilarang itu. Sehingga pada akhirnya Mila merasa kalo dia itu seperti dikurung dan engga ngerasain kebebasan.




Saya menebak saat itu, bahwa bubuk abate yang selama ini meracuni otaknya sudah mulai pudar dan menghilang. Mungkin bubuk abate itu sudah lelah. Kasian. Mila berencana buat mutusin pacarnya itu. Inilah momen yang paling seru dan paling saya tunggu-tunggu.

Setelah pesan terakhir yang berisi bahwa Mila bakalan mutusin pacarnya itu terkirim ke saya. Tidak ada lagi kabar yang lainnya. Baru keesokan harinya ketika saya sedang menikmati bobo siang bareng Pevita, tiba-tiba hp saya berbunyi. Saya buka dan itu adalah bbm dari Mila. Isinya kurang lebih seperti ini :

Mila    : “Aku udah ngajak putus tapi dianya engga mau putus katanya dia engga bakal ngulangin kesalahannya lagi.”

Saya        : “Terus putusnya engga jadi?”

Mila         : “Iya engga jadi. Lagian aku juga masih sayang sama dia.”

Dasar ingus komodo -_-

Hari-hari berikutnya Mila semakin brutal, hari ini pengen putus besoknya engga mau putus karena takut engga bisa move on. Kegiatan itu terus menerus dilakukannya. Saya hanya bisa nge-iyain aja apa yang dia omongin. Hingga akhirnya dia putus sama pacarnya. Saya enggak seneng, karena besoknya mereka balikan lagi.

Tapi dengan begitu bukan berarti kegalauan dia berhenti. Malahan jadwal curhat semakin bertambah, dan dalam satu sesi curhat saya bisa mengabiskan waktu 10 menit buat ngebales. Bacanya aja udah bingung apalagi balesnya. Saya gatau mau ngomong apa.

Hingga pada akhirnya saya menjauh, mungkin karena efek kelamaan jomlo saya risi kalo hp itu bunyi terus. Dikit-dikit bunyi, dikit-dikit bergetar, dikit-dikit minta pulsa. Akhirnya secara perlahan saya mulai mundur. Dan setelah itu kami udah jarang kontakan lagi. Dan denger-denger Mila udah putus sama pacarnya yang dedek-dedek unyu. Sekarang dia udah punya pacar yang lain. 

Nah, dari cerita diatas kita bisa melihat kalo memang kebebasan itu sangat perlu, bukan karena kamu udah pacaran bukan berarti kamu berhak ngatur-ngatur dia. Saya pernah mengalami hal serupa hingga pada akhirnya saya yang malah kecewa. Padahal cara mengatur-ngatur itu adalah sebagai tanda kalo kamu engga mau kehilangan dia tapi sayangnnya justru dengan cara itu kamu bakalan benar-benar kehilangan dia.

Kebebasan bagi sebagian orang adalah berbuat sesuka mereka tanpa adanya larangan. Nah, mungkin cara lain yang lebih baik adalah bukan melarang tapi mendukung dan menemani. Ibaratnya begini. Jika dia minta ijin untuk bermain silet dan kamu melarangnya, pasti dia akan tetap melakukannya. Tapi berbeda jika kamu tidak melarang tapi menemani dia melakukan hal itu, dan ketika dia terluka kamu ada disana buat nolongin dia. Toh pada akhirnya dia engga akan ngelakuin hal itu lagi lantaran kapok.

Jadi buat kalian yang mungkin engga ngerasa bebas, atau kebebasannya direnggut orang lain. Kalian berhak memperjuangkan kebebasan itu. Termasuk dalam hubungan asmara, jika kamu sudah merasa tidak nyaman. Ya, jangan dipaksakan. Karena semakin kamu menahannya maka daya ledaknya semakin besar. Dia makin cinta tapi kamu makin engga punya rasa.

Dan ini adalah akhir dari postingan kali ini. Saya tidak bermaksud untuk menyuruh kalian berbuat bebas sebebas bebasnya tetapi bebas yang berbatas. Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Tidak baik untuk diri sendiri dan tidak baik untuk orang lain karena telah merebut hak mereka. Sekian dari saya. Bye.

Read More

Monday, 26 May 2014

// // 3 comments

Kata Mereka "Tentang Arti Kehilangan"

Udah lama ya kita enggak ketemu?

Maklum sekarang saya lagi sibuk.

Tapi tenang sekarang saya akan memenuhi janji untuk nge-post di blog. Berhubung besok hari libur, saya sempatkan untuk nulis di blog. Saya rela engga Malam Selasaan demi kamu. Iya kamu, yang selalu ada dihati aku.  Udah cukup lama blog ini jarang di update, ya walaupun saya yakin enggak ada yang peduli. *hapus air mata* 

Eh iya, sebelumnya saya mau tanya, UN itu udah selesai ya? berarti banyak dong dari kalian yang mungkin punya gebetan, pacar ataupun apa itu jenisnya yang harus ditinggal gara-gara mau nerusin Sekolah ke jenjang lebih tinggi. Iya. Padahal sih ditinggalin segitu aja, tapi galaunya udah kayak yang ditinggalin berkelana ke negeri Cinderella. Saya yakin mereka enggak bakalan kembali.





Membahas tentang ditinggalin saya terpikir untuk menulis sesuatu tentang itu. Dan saya punya ide untuk mengadakan sebuah survei kecil-kecilan di sebuah media sosial. Saya mengajukan pertanyaan "Pantes gak sih orang yang udah ninggalin terus kembali lagi?" jawaban mereka tidak mengecewakan tapi ada sesuatu yang mengganjal di perut saya ketika mereka menyertakan kalimat "Off anon dong." di setiap jawabannya. Dasar manusia. Hih. Memang sih berbicara tentang pantas atau tidak itu tergantung pribadi masing-masing. So, disini kita bakalan bicara senang-senang saja.

Tapi menurut pendapat saya, inget ya ini menurut saya, pantas atau tidak seseorang kembali setelah ninggalin itu tergantung pada sikon nya. Kalo dia kembali buat sesuatu yang lebih baik, kenapa kita tolak? yang dimaksud sesuatu yang lebih baik bukan dalam artian seperti ini. Misalkan kamu pernah pacaran sama dia terus dia ngasih sebuah janji sama kamu tapi dia malah pergi gitu aja dan pas balik lagi dia janji gabakalan ngelakuin hal yang sama yaitu, ninggalin kamu sendiri dan ngasih janji-janji lain. Bukan, saya bukan bermaksud ke sana. Kamu mau dikasih janji dan janji terus? pembuktiannya kapan?

Tapi yang saya maksud, misalnya dia mantan pacar kamu dan dia kembali lagi dengan menawarkan sebuah pertemanan. Jadi mengapa harus menolak? 

So, untuk mempersingkat waktu kita langsung deh simak jawaban mereka tentang "Pantes gak sih orang yang udah ninggalin terus kembali lagi?"


Saya akui jawaban ini emang kamfret.



Ini anak gawl, terbukti dengan kata yang dia pakai  "btwanwbswy".
 Oke, saya akui kalah gawl dari dia. 



Yang ini gausah dibahas.



"off anon dong." Gausah dibahas.




Iya ya enggak punya malu ya? dia pake baju kali.



Sebelumnya saya minta maaf untuk para lelaki yang mungkin penasaran dengan akun-akun diatas. Menurut kalian apakah ada yang menarik? Mau PDKT? Hubungi saya. 


Oke, dari jawaban mereka diatas saya bisa menyimpulkan, kalo misalkan seseorang pergi ninggalin tanpa akibat itu bakalan bikin luka di hati mereka yang ditinggalin. Dan tentu ketika mereka yang udah ninggalin balik lagi, gabakalan diterima begitu aja. Jadi pantes enggak pantes itu ada pada diri kita sendiri. Ibaratnya udah rapih - diberantakin- udah dirapihin lagi - eh mau diberantakin lagi. Pasti enggak mau kan?

Mangkanya kalo mau ninggalin orang tuh dipikir terlebih dahulu. Kira-kira bakalan kangen apa engga ketika kamu udah jauh dari si dia. Penyesalan itu datang di akhir, kalo yang diawal itu penghianatan. Jangan sampai pada akhirnya kamu yang tersiksa. Maju kena, mundur kena. Mau move on tapi masih sayang, mau kembali tapi dianya udah enggak sayang. 

Menurut kalian "Pantes gak sih orang yang udah ninggalin terus kembali lagi?" share di comment box yaa :D

Read More

Friday, 16 May 2014

// // Leave a Comment

Tulisan Malaikat

Hola!

Sebelum disebut sebagai blogger murtad, akhirnya sekarang saya bisa nge-post juga di blog ini.

Akhir-akhir ini saya lagi banyak kerjaan. Kerjaan sekolah lagi numpuk, kerjaan hati juga belum beres-beres. Jadi buat kalian yang masih ingin bergalau ria sambil menghapus kenangan dari si dia. Jangan kemana-mana, pantengin terus blog ini. Jangan kabur dan jangan berpaling.  Eh, udah dulu ya. Saya disuruh jemput gebetan, bye.

Salam manis semanis senyum kamu.



Read More

Saturday, 19 April 2014

// // 4 comments

Kamu, Hitam, Berlari

Pertama-tama, saya ucapkan selamat kepada semua kakak kelas yang telah mengikuti UN sampai hari terakhir. Semoga hasil yang didapat adalah yang terbaik. Amin.

Nah, berhubung kakak kelas lagi pada UN, saya sebagai dedek-dedek unyu terpaksa harus belajar dirumah. Ya. Hari libur selalu saja dikasih embel-embel belajar dirumah. Padahal itu enggak bener. Tapi sebagai seorang calon murid teladan pada tahun 2016 saya harus melaksanakan perintah itu. Ketika dirumah saya tidak hanya diam, saya belajar dari mulai hal-hal kecil. Iya. Dimulai pagi hari, saya belajar untuk tidur lebih lama dari biasanya. Lanjut siang hari, saya belajar untuk mandi lebih siang, dan makan  lebih banyak. Lalu sore hari, saya belajar untuk enggak mandi sore, dan malam hari, saya belajar untuk begadang lebih lama. Tuh kan banyak banget belajarnya? Sebenarnya itu belajar atau membiasakan sih? Ah udahlah, pokoknya udah memenuhi syarat jadi murid teladan, deh.

Tapi kalo hari libur tuh, kerjaan saya cuma melototin laptop sama internetan. Kenapa engga pacaran? Huh, saya engga ada waktu buat itu. Pret!! Katanya engga ada kerjaan!! Bilang aja jomblo!! Ketika itu saya lagi bete, dan saya iseng-iseng aja buka blognya bang @shitlicious, Daaannn, emang bener kalo jodoh enggak kemana, paling diambil temen. Ada postingan baru di blog bang alitt, judulnya “Belajar Nulis Di Malam Mistis” Saya baca perlahan-lahan. Dan yap, isinya ngebahas tentang nulis cerpen pake 3 kata secara acak. Sebenernya saya udah tahu tentang teknik ini dari “Creative Writing” bukunya mas AS Laksana  tapi ya gitu, saya males buat praktek. Buat lebih jelas gimana cara-caranya baca aja disini.

Pertama-tama saya pilih dan tulis di kertas, 3 kata kerja, 3 kata benda, 3 kata sifat. Saya lipet-lipet tuh kertas terus saya ambil secara acak. Dan saat itu saya dapat 3 kata yang lumayan asik, yaitu, Kamu, Hitam, Berlari. Setelah dapet 3 kata, kita bikin endingnya mau kayak gimana, katanya sih biar ntar tulisannya enggak ngawur kemana-mana. Terus yang ketiga, kita bikin outlinenya, jadi tulis jalan cerita yang mau kamu bikin tapi poin-poin nya aja dulu. Kalo ketiga langkah udah terpenuhi sudah saatnya untuk memulai menulis ceritanya.

Dari 3 kata tadi, Hitam, Kamu, Berlari. Awalnya agak keder mau dibikin apa nih cerita. Ketika membayangkan kata Hitam dan Berlari, di pikiran saya langsung teringat sama Kuda. Entah apa sebabnya tapi yang langsung terpikir itu kuda. Tapi saya enggak mau bercerita tentang kuda. Akhirnya setelah minum air putih satu gelas, otak saya jadi encer dan saya dapet ide lumayan bagus.

15 menit saya nulis..


25 menit saya nulis..



Buka twitter 10 menit...



30 menit saya menulis dan selesai..


Dibawah ini adalah cerpen yang saya buat dari tiga kata tadi. Saya merasa senang bisa nyelesain tuh cerpen, ada rasa kebanggaan tersendiri. semoga menikmati ceritanya, dan kalo kurang suka mohon dimaklumi karena ini adalah pertama kalinya saya nyoba bikin cerpen hehehe.

Tak Akan Lelah Mengejarmu


"Wuihh ternyata bidadari tak bersayap tuh bener-bener ada ya." Bisik Roger dalam hati, sambil memperhatikan cewek di depannya.

Roger sudah lama mengagumi Mila. Sejak kedatangan Mila di komplek perumahannya, Roger sudah dibuat terpesona dengan penampilan Mila. Rambut panjang yang indah, postur tubuh yang tinggi  dan kadar lemak yang ideal sehingga membuat badannya enak dilihat dan yang penting wajahnya yang cantik.

Kurang-Lebih kayak gini perwujudannya 


Ketika Mila sedang jalan-jalan di sekitar komplek. Roger memberanikan diri buat ngajak kenalan, walaupun lututnya udah gemeteran tetapi dia tetep mau ngelanjutin rencana itu.

Roger bersiap-siap ketika Mila sudah berada dalam radius 50 meter. Dia merapikan rambutnya, mukanya sengaja di ganteng-gentengin. Dan ketika Mila mendekat, Roger langsung menghampirinya. Slowly but surely.

“Errr.. Hai, kamu anak baru disini ya?” Tanya Roger sambil memasang muka sok gantengnya.

Tapi Mila keliatan biasa aja melihat wajah sok ganteng Roger. Dan dia malah menundukan wajahnya, Mila
menjawab “Iya. Kok kamu tau?”

“Karena aku baru melihat kamu kali ini. Kamu pindahan dari mana?” Jawab Roger dengan cepat, dan sangat ceria seperti salah satu tokoh kartun teletubies.

Oh gitu ya. “Aku pindahan dari bumi bagian selatan. Deket-deket sama Madagascar”

Madagascar? Pantesan muka kamu kayak binatang. “Jauh juga ya. Eh iya kita belum kenalan. Kenalin namaku Roger.” Sambil menyodorkan tangannya.

Mila juga menyodorkan tangannya “Namaku Mila.” Kemudian cepat-cepat melepaskanya lagi dari Roger.

"Oh, Mila ya nama yang bagus. Eh kamu tau gak, err, nganu lohh." Roger bingung plus enggak berani buat minta nomer HandPhone Mila, padahal pas lagi latihan dia bisa mengucapkan ini degan lancar.

Melihat perilaku Roger, Mila terlihat sedikit kebingungan "Nganu apaan tah?"

Akhirnya mau enggak mau Roger harus berani, kesempatan ini harus dimanfaatkan. "Hmm.. aku boleh minta nomer hp mu?" Untuk meyakinkan Mila, Roger kembali memasang wajah sok ganteng yang kali ini bercampur dengan wajah ngarep.

Mila mengeluarkan HandPhonenya "Boleh nih catet ya, 908567812xxx" *nomor telepon bumi bagian selatan yang deket sama madagascar emang kayak gitu*

Setelah mencatatnya Roger langsung menyimpan nomer itu dengan nama kontak "My Princess"

"Yaudah aku duluan ya, byee" Mila pergi meninggalkan Roger. Sendiri.


Setelah itu Roger sering sms Mila, buat sekedar ngingetin makan, ngucapin “good night” sama “good morning”, nanyain kabarnya padahal cuma buat basa-basi.

Roger selalu ingin berada didekat Mila, dia juga sering melakukan kegiatan modus kepada Mila. Misalkan ketika Mila sedang lari pagi di sekitar komplek, Roger sering ikut-ikutan lari dibelakang, sambil membawa sebotol minuman buat Mila. Tapi acara modus itu selalu gagal, karena air minumnya selalu habis diminum Roger sendiri.

Terus, ketika Mila sedang berada di taman komplek, Roger sering membawakan makanan ringan atau es krim. Tapi Mila selalu menolaknya. Akhirnya eskrim itu mencair karena terus dibiarkan, seperti perasaannya yang terus mencair meminta untuk ditampung. Ya. Mila selalu saja mengacuhkan perhatian itu. Tapi itu tidak membuat Roger mundur, malahan dia makin semangat buat bisa ngedapetin Mila.



Dan hari ini seperti biasa  Roger sedang menunggu Mila, di taman komplek. Roger sudah tau kapan saja Mila akan kesini. Untuk menunjukan jiwa kelaki-lakiannya Roger sengaja datang lebih cepat, tidak tanggung-tanggung dia datang lebih cepat 1 hari. Roger bermalam dengan berlantaikan rumput taman, beratapkan bintang, ditemani puluhan nyamuk dan diiring bunyi kucuran air mancur. Dia tertidur lelap. Walaupun harus mengorbankan tubuhnya yang habis digigit nyamuk.

*Cuit* *Cuit* kicauan burung membangunkan Roger dari tidur nyenyaknya. Dia sadar kalo pagi ini Mila akan datang ke taman ini. Roger buru-buru membasuh mukanya, lalu dia duduk di kursi taman yang berada tepat didepan air mancur.

1 Jam menunggu Mila belum datang.. 


2 Jam Mila pun belum datang..


3 Jam menunggu.. barulah Mila menampakan batang hidungnya. Roger sumringah melihat kedatangan Mila. Dia berusaha untuk membuat wajahnya terlihat ganteng (lagi).

“Milaaaaaa.” Roger memanggil Mila dari radius 50 meter. Tapi Mila masih diam. Dia memanggil satu kali lagi, barulah Mila menengok ke arah Roger.

Mila masih diam ditempatnya “Eh, ada kamu. Lagi ngapain disini?” teriak Mila dari radius 50 meter

“Aku lagi nungguin kamu nih.” Serasa diperhatikan, Roger sangat bahagia, wajahnya langsung berubah menjadi unyu-unyu kemayu. “Milaa, kamu tau gak?”

“Kan aku gak minta ditungguin.” Mila memalingkan wajahnya, seperti tidak peduli. “Tau apaan?” balas Mila.

Roger menarik nafas dalam-dalam. Akhirnya setelah merasa kalo ngobrol jarak jauh tuh cape, Dia berjalan menghampiri Mila, diperjalanan dia memetik bunga tapi malah terambil beserta potnya, dia tidak kuat untuk mengangkatnya, akhirnya menyimpannya kembali. Kini Roger sudah berhadapan dengan Mila.

“Mila, aku rela nungguin kamu dari kemarin, aku rela tidur di taman. Dan kamu tau gak? bentol-bentol sekujur ditubuhku inilah bukti rasa sayangku ke kamu.” Roger menatap mata Mila dalam-dalam.

“Oh gitu. Ya itu salahmu. Lagian aku ga nyuruh kamu buat nginep di taman kok. Byee aku pulang dulu, tiba-tiba perutku sakit, jadi pengen boker.” Mila berpaling lalu berlari menjauhi taman itu.

“Tapi, Milaaaa tunggu dulu. Aku juga kebelet boker.” Roger berlari mengejar Mila.

Setelah boker, Akhirnya roger merasakan kelegaan tapi kali ini Roger gagal lagi ngedeketin Mila. “Besok aku bakalan nyamperin dia kerumahnya.” Bisik Roger dalam hati

Pagi itu Roger terbangun dengan keadaan tak bercelana, dia lupa bahwa sehabis boker tadi dia langsung ketiduran. Dia bergegas mandi dan langsung bergaya, dia menyisir rambutnya. Roger menatap mukanya dalam-dalam, dia memperhatikan jengkal demi jengkal wajahnya. Dan cerminnya pecah. Ketika merasa sudah siap dia langsung berlari menggunakan sepatu roda untuk menuju rumah Mila.

“Milaaa.” Roger memanggil setengah berteriak. Tapi tak ada jawaban.

Roger melihat ke kamar Mila,  tapi tertutup. Akhirnya dengan aksi nekad Roger membuka pagar dan mengetuk pintu.Tak ada jawaban. Dia menekan bel, tapi tetap tak ada jawaban. Akhirnya Roger mengeluarkan HandPhone dari sakunya, dia cari kontak Mila, lalu menelponnya. Satu kali, nomor Mila tidak bisa dihubungi, dua kali tetap sama, tiga kali pun sama. Roger lelah, dia memutuskan untuk menunggu Mila dengan duduk di kursi depan rumah itu. Sampai Roger tertidur.

Hari sudah malam, dan Roger tebangun ketika ada yang membangunkannya.

“Hei.. kamu ngapain tidur disini?” Bentak satpam yang wajahnya luamayan unyu.

Roger kaget, masih dengan muka bantal dia menjawab “Saya lagi nunggu Mila, pak. Tapi saya ketiduran hehe.”

“Mila siapa?”

“Milaa, anaknya pemilik rumah ini. Saya lagi nungguin dia.” Roger menjawab dengan nada yang sedikit ditinggikan.

“Kamu tau gak? Keluarga ini udah pindah dari pagi tadi.”

Roger terkejut mendengar omongan satpam tadi, dia tidak percaya. “Apa pak? Mila udah pindah, tapi kenapa dia enggak bilang sama saya?”

“Mana ku tau lah, sudah sana pulang.”

Roger akhirnya bangun lalu keluar dari rumah itu dengan muka yang lesu, dia sedih karena sekarang Mila sudah benar-benar pergi. Roger memutuskan untuk ke taman, dia tidak ingin pulang. Saat perjalanan ke taman, bayang-bayang Mila berterbangan dalam pikirannya. Banyak hal-hal indah yang dia lakukan untuk Mila, salah satunya Roger rela menginap ditaman hanya untuk menunggu Mila. Roger akan ngelakuin apa aja untuk orang yang dia sayang, dia tidak akan pernah lelah untuk terus mengejar Mila.

Roger duduk di kursi biasa dia menunggu Mila. Dia meratapi air mancur dihadapannya, malam itu udara cukup dingin, bintang-bintang bertaburan menghiasi langit. Roger menundukan kepala.. dia merasa sangat kehilangan. dan ia terkejut ketika melihat sebuah kotak. Sebuah kotak hadiah, ukurannya tidak terlalu besar. Roger ingin mengambilnya tapi dia takut, “Jangan-jangan itu bom”. Tapi akhirnya dia memberanikan untuk mengambil kotak itu dan menaruh diatas pahanya. Lalu membukanya. Didalam kotak itu Roger menemukan sepucuk surat dan setangkai bunga yang waktu itu berusaha dia petik tapi malah terbawa bersama potnya. Roger membuka surat itu lalu membacanya perlahan-lahan.

Dear Roger,


Aku berharap kamu menemukan kotak ini dan membaca surat ini. Dan sekarang kamu benar-benar menemukannya kan? 


Roger, 

Aku mau minta maaf karena aku tidak mengabarimu atas kepindahan ku ini. Aku gamau bikin kamu sakit hati. Aku tahu kamu itu orang yang baik, aku juga tahu kalo pengorbanan kamu itu memang tulus.

Maafkan aku atas sikapku kepadamu, aku seakan tidak peduli atas semua pengorbanan yang kamu lakukan, tapi sebenarnya aku melakukan itu dengan terpaksa. Aku tidak ingin menyakitimu. Itu saja.

Aku berusaha untuk menjauhimu agar kamu menyerah untuk mengejarku. Tapi ketika aku berlari kamu juga ikut berlari seolah tidak merasa lelah. 

Roger, aku bukannya tidak sayang padamu. Aku hanya tidak ingin mengecewakanmu. Bayangkan, jika aku membalas rasa sayangmu, lalu kita bisa bersama menjalin sebuah hubungan, tapi tetap saja pada akhirnya kita harus berpisah bukan? aku rasa itu akan jauh lebih menyakitkan. Oleh karena itu aku  memilih untuk menjauh. Sekali lagi maafkan aku. Kamu baik-baik disana.

Aku sayang padamu.

With Love,

Mila

Roger menunduk, dia merasakan matanya memanas, tapi air matanya tidak menetes hanya menggantung di pelupuk matanya. Roger melipat surat itu, lalu memasukan kedalam kotak. Dia berdiri, kotak itu dipeluknya erat-erat. Lalu dengan langkah-langkah yang berat dia berusaha meninggalkan taman itu, dia berjalan menuju gerbang keluar dan sebelum benar-benar menginggalkan taman itu. Dia mengeluarkan HandPhone mencoba untuk menghubungi Mila, tapi masih sama tidak bisa dihubungi. Roger kembali menengok kebelakang “Harus kualamatkan kemana, surat balasanku ini Mila? Tapi kamu harus tau. Aku akan selalu mencintai kamu, sampai kapanpun itu. Aku berjanji.”

Kakinya sangat berat untuk meninggalkan tempat itu, tapi dia harus pulang. Dia kembali melihat bintang diangit sana. Akhirnya Mila benar-benar pergi, bersama hitamnya pekat malam saat itu. Dan setelah, kepergian itu Roger tetap bersikukuh jika dia akan terus mengejar Mila. Walaupun sebenarnya dia tidak tau kemana dia harus berlari, tapi Roger yakin, suatu saat nanti mereka akan dipertemukan. "Aku akan menunggu waktu dimana, Aku dan Kamu berubah menjadi Kita." bisiknya dalam hati.

--_--

Yap, itu cerpen yang berhasil saya buat. Dari cerita itu kita bisa tau kalo Roger tidak akan menyerah untuk mengejar orang yang dia sayang. "Cinta tak harus memiliki, tapi setidaknya harus mengakui." - @Shitlicious. Itu mungkin tanggapan saya terhadap cerita itu. Kalo kalian bagaimana? Share di coment box ya :D Mungkin cukup sampai disini dulu. Byeee..

Selamat Malam Minggu.
Read More

Tuesday, 8 April 2014

// // 6 comments

Tentang Orang Yang Ditinggal Move On




Dear Diary..

Halah -_-

Jadi beberapa hari atau bahkan beberapa minggu kebelakang ini ide saya lagi seret banget. Saya kayak kehilangan gagasan-gagasan galau dalam otak saya. Iya. Beberapa bulan kebelakang, otak saya sangat encer bila bicara tentang hal-hal yang berbau galau. Saya sempat berfikir bagaimana cara mengembalikan itu, seenggaknya cara mengembalikan gairah nulis tiap hari sebelum tidur, yang mulai memudar.

Setelah berpuasa sekuat dan semampu yang saya bisa. Akhirnya saya menemukan sebuah titik terang, kalo saya enggak bisa berfikir galau lagi karena tidak ada hal yang bisa saya galau-kan. Kehidupan saya saat ini sangat monoton sekali, mandi-makan-sekolah-pulang-makan-mandi-tidur. Selalu saja begitu.

Dan tiba-tiba saat sedang merenung, terlintas di benak saya kata-kata "Patah hati itu romantis." Yap. Kata-kata itu mampu menjawab semua pertanyaan yang tersimpan dalam otak saya. Karena jika dilihat kembali, pada saat patah hati saya banyak menghasilkan tulisan-tulisan, saya produktif menulis. Dan apa iya untuk menjadi produktif nulis saya harus patah hati lagi? saya kurang tau. Tapi saya enggak mau. Akhirnya saya memilih cara lain, saya mulai lagi rajin membaca novel berbagai genre. Saya berharap itu bisa mendorong saya untuk bisa rajin menulis lagi. Hasilnya cukup memuaskan saya mulai rajin nulis lagi, walaupun selalu berakhir dalam kotak draft.

Hmm.. kayaknya curhatnya segitu aja dulu ya. Saya takut kalian malah bosen baca curhatan saya yang ngelantur kemana-mana. Jadi dalam postingan ini saya terinspirasi dari lagu Breakeven dari band The Script. Pertamanya saya rasa lagu ini biasa aja sampai suatu hari ketika saya iseng cari artinya, saya dibuat terkagum-kagum, saya dibuat tidak berkedip selama 0,111 detik. Hebat.

Oke, jadi kita mulai postingannya. Cekidot.

"

Kalian tahu lagu The Script yang judulnya Breakeven? bagi yang belum tahu coba deh dengerin dan cari artinya di google. Setelah memahami lagu itu, saya tahu kalo lagu itu menceritakan seseorang yang, ekhm.. ditinggal move on. Iya. Ditinggal Move On. Sakit memang.

Dalam postingan sebelumnya saya udah bahas tentang move on, kalo belum baca bisa dibaca disini


Lah maksudnya ditinggal move on itu gimana, Dam? 


Jadi ditinggal move on itu adalah suatu keadaan dimana kita masih stuck sedangkan dia udah melangkah ke depan. Sebenarnya dalam hal ditinggal move on ini bisa dilihat dari 2 sudut pandang, bisa kamu yang ditinggal move on atau kamu yang belum bisa move on. Tapi kali ini kita bakal ngebahas yang ditinggal move on.

*naik mimbar*

Oke, hmm ditinggal move on ya?




Semua orang sangat membenci perpisahan dalam sebuah hubungan. Karena jarang sekali setelah perpisahan akan terjalin sebuah hubungan yang nyaman dan tentram. Ya. Kebanyakan setelah berpisah, kita akan saling menjauh. Alasannya karena canggung. Itu lah poin utama dari takut akan adanya perpisahan.

Setelah perpisahan pasti kita bakalan masuk fase kehilangan, kita kehilangan kata sapaan-sapaan dia, kita kehilangan perhatian dia, dan yang terpenting kita kehilangan pasokan pulsa dari si dia. Itu bikin hati cenat-cenut enggak karuan. Itu sih belum seberapa. Setelah fase kehilangan, kalian akan masuk fase mengikhlaskan. Iya kalian harus ikhlas melepaskan dia. Jangan sampe kalian mengharapkan sesuatu, contohnya mengharapkan dia bersujud meminta balikan, itu enggak baik, merusak hati.

Tapi dalam fase mengikhlaskan inilah kesabaran dan kekuatan hati kita diuji. Soalnya bisa aja si mantan kita udah punya pacar, dan apa iya kamu bisa mengikhlaskan gitu aja? Terutama pada pihak yang diputusin, iklhasnya bakalan lama. Atau baru bisa ikhlasnya kalo pacar baru si mantan lebih jelek dari kamu.

Sebenernya keadaan ditinggal move on itu biasa aja. Tapi ketika ditinggal move on dan tenyata masih cinta itu yang enggak biasa. Kita tersiksa oleh perasaan kita sendiri. Kita jadi sering menerka-nerka sesuatu yang emang cuma hasil bayangan kita. Contohnya :

"Kira-kira dia masih cinta enggak ya sama aku."

"Dia pasti punya pacar baru biar dikira udah bisa move on."

"Ah.. pasti pacar barunya itu enggak lebih baik dari aku."

"Dia itu pengen minta balikan, tapi gengsi kali ya."

Itulah contohnya, kita tersiksa oleh hasil terkaan kita sendiri. Cape, lelah, dan makan hati.

Kita dibuat susah untuk tidur karena kepikiran dia terus, eh tapi si mantan malah dengan mudahnya tertidur. Kita masih mencintai dia, tapi dia udah mencintai orang lain.




Her best days will be some of my worst
She finally met a man that's gonna put her first
While I'm wide awake, she has no trouble sleeping
'Cause when a heart breaks, no, it don't break even, even, no




Terus gimana cara nyikapin ditinggal move on? 


Ikhlasin. Dan percaya bahwa dia bukan yang terbaik buat kamu. Cara itu cukup jitu, karena kalo ngelupain itu bakalan susah. Kita enggak bakalan bisa ngelupain sesuatu hal yang pernah menjadi hal terbaik dengan begitu saja. Oleh karena itu, kita harus ikhlas atau merelakan dia, bersama orang lain.



What am I suppose to do when the best part of me was always you?And what am I supposed to say when I'm all choked up and you're okay?
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces


Karena percayalah, bahwa kita akan menjadi kuat ketika kita pernah merasakan betapa sakitnya terjatuh. Memang saat melihat orang yang kita cintai bersama orang lain, hati kita akan hancur. Tapi kita tahu bahwa hati kita pernah terbangun, bukankah dengan itu tidak ada kata tidak mungkin untuk membangun hati yang telah hancur? kehancuran bukanlah sebuah akhir. Lebih tepatnya bukan sebuah akhir yang bahagia :)  

Untuk memperjelas bagaimana keadaan ditinggal move on, saya kasih kalian video clip-nya. Selamat Menikmati.

  

Read More

Saturday, 5 April 2014

// // 3 comments

Kebiasaan-Kebiasaan Masa Kecil Yang Kita Rindukan Sekarang





Mari kita mundur ke masa dimana saya masih berumur 12 tahun, seorang anak kurus, ganteng, tinggi, dan berambut lurus itu sangat pas mengenakan seragam putih merahnya. Oke, sudah bisa membayangkan? bagus kalo begitu kita mulai ceritanya.

Saat itu saya masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar. Saya sudah menyelesaikan Ujian Nasional dan tinggal menunggu hasilnya saja. Disaat seperti inilah dapat dikatakan saya seorang pelajar pengangguran. Sebagai seorang kakak kelas yang paling senior. Saya sangat pede ketika berada disekolah apalagi jika berjalan di koridor sekolah yang melewati kelas 1-5. Saya berjalan dengan begitu percaya diri serasa paling jago, paling ditakuti, kenapa bisa tau paling ditakuti? karena saat saya berjalan dikoridor sekolah, mereka langsung berlarian masuk kelas. Hebat kan? Iya, karena saat itu bel masuk kelas berbunyi, miris!

Semasa SD saya masuk dalam kelompok abege gaul, lagu-lagu kanjen band, este 12, peterpen dan lagu-lagu cinta yang boro-boro saya ngerti maksudnya apa, memenuhi memori handphone saya. Bukan cuma itu disaat saya Sekolah Dasar kelas 6 sedang nge-trend banget sama rambut diwarna, bibir ditindik, atau yang lainnya, memang pergaulan udah hancur, tapi tenang saya tidak begitu, saya termasuk abege yang beriman. Dan satu lagi saat itu sedang heboh banget tentang Ariel feat Luna Maya, itu tuh entah berbentuk mp3 atau 3gp saya kurang paham, err.. oke ini gausah dibahas! 

Tapi tenang yang akan saya bahas bukan tentang koridor sekolah, bukan juga bel masuk kelas, apalagi kalo ngomongin anak kelas 1-5. Disini saya akan bercerita tentang kebiasaan-kebiasaan masa kecil yang kita rindukan sekarang.

Daripada nunggu lama lagi langsung aja cekidot.

1. Manggil-manggil pesawat

Buat kamu-kamu yang pernah ngalamin ini, masa kecil kalian bahagia. Saya gak tahu apa sebabnya kita teriak-teriak kalo ada pesawat lewat “Pesawat menta duit.” Kira-kira seperti itulah teriakan kami, meskipun pada akhirnya engga dikasih uang, karena emang gabakalan dikasih. Saya bersama teman-teman enggak kapok kok, kami lakuin itu terus menerus tiap ada pesawat lewat.


2. Ngejar layangan putus

Saat itu, saya bisa dimasukan dalam kategori anak gaul, tiap sore main layangan, saya juga sering ngejar layangan putus, bareng anak-anak lainya. Kami enggak mengenal lelah, meskipun setelah berlari jauh, layangan yang kita kejar nyangkut diatas pohon -_-

“Lari yang cepet.. lari.. liatin layangannya... dan.. Brushhh.. saya terjatuh ke selokan.” Seperti itulah kira-kira gambaran ketika saya ngejar layangan. Iya. Ketika lagi ngejar layangan saya enggak merhatiin jalan di depan, pokoknya lari yang cepet dan liatin layangannya terbang kemana.


3. Nyelipin gelas air mineral bekas ke ban sepeda

Kalian punya sepeda? Kalo iya, kalian pasti pernah ngelakuin hal ini. Jujur sewaktu kecil, saya akrab banget sama sepeda saya. Kalo lagi main pasti selalu suka bawa sepeda, meskipun mainnya deket. Dan parahnya suka nyelipin gelas air mineral bekas ke ban, biar ada efek surara motor cross. Itu yang saya iya-kan waktu itu. Dengan pedenya saya menggowes sepeda semakin cepat biar suara yang terdengar pun semakin keras. Walaupun sempet diprotes gara-gara berisik, tapi saya tetep ngelakuin ini.

4. Tukeran Binder

Err, iya binder. Saat Sekolah Dasar, kalian akan terlihat gaul kalo sering-sering nulis biodata. Karena, jumlah biodata yang terdapat dalam binder kalian berbanding lurus dengan tingkat kegaulan kalian. Saat itu enggak cuma cewek yang sering nulis di binder, saya juga pernah merasakan itu. Dan parahnya juga saya pernah ngalamin yang namanyya tukeran biodata -_-

5. Main bola di lapangan sekolah

Saya sengaja dateng pagi-pagi biar bisa main bola terlebih dahulu, dan saya juga rela pulang sore gara-gara main bola terlebih dahulu.

Iya saya dan teman-teman cowok lainnya seperti kecanduan bermain bola, dan sering pula kecanduan buat mecahin kaca. Walaupun kita sering kena marah guru agama yang dijuluki "The Rock" yang galaknya pake banget. Jadi kalo kita lagi main bola, ada 1 orang yang kami tugaskan buat berjaga di gerbang sekolah, buat memantau keadaan, dan kalo guru itu dateng kita langsung lari kebelakang sekolah.

Pernah suatu hari ketika kita bermain, bola kami pernah dia sobekin pake piso. Akan tetapi besoknya kami punya bola yang baru lagi - _-

"
Banyak hal yang sewaktu kecil kita anggap biasa saja tetapi setelah beranjak dewasa kita merasakan bahwa hal itu luar biasa. Akan ada saat dimana kita merindukan hal-hal itu, kita rindu akan hangatnya kebersamaan, kita rindu ketika kita bermain dengan alam. 

Mungkin segitu dulu dari saya. Atau kalian punya kebiasaan-kebiasaan masa kecil yang lain? Share di comment box ya :D

Selamat Malam Minggu :)
Read More

Saturday, 22 March 2014

// // 1 comment

Sifat-Sifat Orang Berdasarkan Akun Twitter-Nya



Duh, di jaman yang udah canggih ini siapa sih yang enggak tahu twitter?

Saya,

Saya,

Saya,

Saya,

Saya,

Wah, tenyata banyak -_- Nih kalo belum tahu saya kasih tahu, Twitter itu media sosial yang berguna untuk nge-tweets, retweets, dan favorits. Iya, di twitter kita itu bisa ngelakuin 3 hal tadi. Twitter juga ngasih sebuah kemudahan kepada kita buat berinteraksi, kita bisa follow orang yang emang mau kita ikutin kabarnya doang. Kalo udah saling follow kita juga bisa DM-an atau Direct Messages.

Tapi sekarang seiring dengan ber-migrasi-nya kaum alay dari Facebook ke Twitter mengakibatkan twitter tidak seindah dulu. Banyak akun berkicau dengan kalimat "Folback eaaaa." Tidak hanya tweet, mereka yang udah kepalang konslet masang di bio-nya dengan penuh rasa bangga."Follback? Just mention" -.-

Oke segitu aja penjelasan mengenai twitter, kalo kepanjangan nanti saya dikira sales twitter. Buat lebih jelasnya buka aja deh sendiri.


Terus hubungannya sama judul nih postingan apaan?


Tunggu bentar, sabar.


Nah, biasanya di twitter itu banyak banget yang ngetweet dengan berbagai macam jenis. Entah itu ngetweet galau, ngetweet bijak, romantis, atau apapun. Dan secara enggak sadar, tweet yang mereka bikin bisa menjadi petunjuk buat nyari tahu gimana sikap seseorang. Saya mencoba menerawang menggunakan mata kaki saya, dan inilah hasilnya :

1. Pemalu

Biasanya orang kayak gini akun twitternya itu masih bersih, soalnya dia malu buat ngetweet atau pun pasang avatar dan juga nulis sesuatu di bionya. Hingga pada akhirnya twitter orang pemalu itu tweetnya kosong, bionya kosong, dan avatarnya masih gambar telur. Udah, kalo ketemu sama akun kayak gini jangan di-kepoin, percuma.

Penampakan akun twitter orang pemalu. Masih suci.


2.  Beban hidupnya berat

Pernah liat akun personal yang tweetnya bijak semua? mau scroll down sedalam lautan luka dalam apapun, yang terlihat hanya tweet bijak. Bukannya enak dibaca tapi malahan enek. Saya khawatir yang punya akun itu beban hidunya berat sekali *pukpuk* Masih mending kalo tweet bijaknya hasil pengalaman sendiri, ini adalah hasil copas, Astagfirullah.


3. Galau

“Dear Diary” orang yang sukanya ngetweet galau, mungkin udah nganggep kalo twitter itu adalah buku diarynya. Iya. Diary, semua yang terjadi dia tweet dengan penuh kegalauan. Rata-rata orang yang seperti ini dalam tab mentionnya penuh dengan kata-kata galau. Melihat akun seperti ini, saya dibuat sedih, saya jadi males mandi.

Terkadang muncul beberapa pertanyaan setelah melihat akun seperti ini,

Apa iya hidupnya galau terus?

Apa iya dia enggak pernah bahagia?

Apa iya di kalender dia adanya cuma malem minggu aja? Soalnya setiap malem minggu saya suka galau :/

Apa iya avatar dia pake camera 360?

Setiap lihat akun ini, saya suka sedih. Kasian, hidup dia kayaknya galau melulu -.-



 4.  Pemalas

Orang pemalas bisa dilihat dari jangka update atau last tweetnya. Kalo misalkan last tweetnya adalah 1 years ago, orang itu dikategorikan orang pemalas, soalnya dia males banget buat buka twitter. Atau jangka antar tweet nya itu 6 months ago sekali. Iya, jadi dia ngetweet 2 kali dalam 1 tahun. Udah kayak lebaran aja. Akun kayak gini gausah di follow, percuma.


5. Suka Pamer

(I’am at. Marina Bay, Cipanas, Bogor.)

Banyak akun twitter yang update-nya pas lagi jalan-jalan aja atau pas punya barang baru. Kalo doi punya barang baru pasti di tweet plus picture tentunya. Tapi misalkan dia lagi ngedon dirumah, twitternya enggak bakalan update. Lebih parah lagi kalo updatean path juga dimasukin ke twitter, itu namanya pemborosan media sosial. Tidak sesuai dengan Undang-Undang Media Sosial. Jadi orang yang ngetweet pas lagi jalan-jalan atau pas punya barang baru aja, bisa disebut tuh orang suka pamer.


6. Baik hati

Kalian pasti pernah liat atau pernah nemuin orang yang baik banget di twitter. Misalkan gini, kalian follow akun dia, tanpa diminta pun dia udah follow back kamu. Atau juga orang itu sering ngadain lomba-lomba, yang tentunya sangat menarik buat anak twitter, yang mental juragan pupuk (enggak mau rugi). Tapi sayang sampai saat ini belum ada lomba yang berhadiah pacar, coba kalo ada semua jomblo pasti berebut. Ya. Termasuk saya.


7. Jomblo

Biasanya akun twitter yang dihari biasa ngetweetnya rajin, tapi pas malem minggu hilang ditelan mamot. Itu bisa dipastikan pemiliknya adalah jomblo. Kenapa? Karena mereka sengaja enggak ngetweet biar dikira lagi malam mingguan, padahal kan yang lagi malam mingguan aja suka update twitter, misalnya: 

(at. Pucuk Monas with Taylor Swift)

Selain itu, akun yang pemilikya jomblo bisa diliat dari tab following mereka. Kalo misalkan cowok pasti tab following penuh sama akun cewek, kalo cewek sebaliknya. Eh deng, kalo cewek banyak sama akun-akun galau juga sih ya.


Kira-kira kalian masuk ke nomer berapa?


""

Itu mungkin beberapa sifat-sifat orang yang bisa dilihat dari akun twitternya. Tentuya itu semua belum tentu bener meskipun saya menerawang menggunakan mata kaki. Karena siapa tahu mata kaki saya lagi kurapan jadi enggak bisa menerawang dengan bersih. Lagi pula, kata bebep pevita Don't judge a person by their twitter Emang ada benernya juga sih. Karena orang yang ngetweet galau belum tentu lagi galau, bisa aja lagi ngupil. Orang yang ngetweet judes, belum tentu judes, bisa aja lagi pipis.


Oh iya, karena sekarang malem minggu. Jadi saya rasa postingan kali ini cukup sampai disini. Buat yang jomblo tetap tabah aja, karena "You’re Ngapain Walk Alone?" Eh salah maksudnya "You’re Never Walk Alone". Karena diatas jomblo masih ada jomblo.


Selamat Malam Minggu :D


Read More

Wednesday, 12 March 2014

// // 2 comments

"Kamu Terlalu Perhatian Sama Aku"



*krik krik krik*

Jadi sekarang saya mau cerita tentang Tulang Rusuk Susu . Bukan, saya bukan membahas Tulang Rusuk buat dijadikan bahan sup. Tapi, saya lagi ikutan #SayembaraTulangRusukSusu yang diadakan oleh @bukune dan @indrawidjaya (yang lagi ngejar Hattrick gagal masuk babak spekta).

Kalo bukan karena sayembara ini, saya bakalan mikir dua kali buat ngebahas Tulang Rusuk Susu. Ibarat gigi susu, kalo udah copot ya copot jangan coba-coba buat disambungin lagi, percuma, enggak bakalan nyambung. Apalagi kalo disimpen dibawah bantal atau dilempar ke atas genting. Itu enggak penting. Oh iya dalam cerita ini nama-nama tokohnya sengaja disamarkan, biar enggak ketahuan lagi curhat. 

Sebelum masuk ke cerita saya minta kalian bayangin anak ABeGe labil SMP jaman sekarang, tinggi sekitar 170cm- an, rambut boyband (baca: pinggir tipis, tengah gondrong), matanya ada dua, hidungnya satu aja, err. Orangnya pendiem kalo lagi ditanya guru, wajahnya ganteng, yang ini emang sedikit maksa dan yang terpenting dia jomblo. Udah kebayang? Oke, lets start the story.


"

Hari itu dengan bangganya saya belari melewati gerbang sekolah.

“Huft, hampir saja.”

Saya sedikit ngos-ngosan, gara-gara peristiwa tadi. Kalo terlambat beberapa menit lagi, bisa-bisa saya disuruh baris ditempat berbeda buat ikut upacara, setelah upacara selesai, saya bakalan digiring buat berdiri di ditengah lapangan upacara sambil diiringi tepuk tangan yang meriah. Untung aja enggak kejadian.

Keseharian di sekolah khususnya di kelas sih fine-fine aja. Saya memang beruntung bisa dapet temen-temen yang absurd, yang bisa diajak ngawur kemana-mana. Ditengah kesibukan anak-anak SMP tingkat akhir lainnya yang lagi tergila-gila sama yang namanya "CINTA" hingga lupa kalo bentar lagi bakalan ketemu sama UN.

Sedangkan kami berempat malah enjoy ngejomblo, bahkan waktu itu kami pernah membuat sebuah akun parodi jomblo, nama akunnya @HantuWakWak berharap bisa setenar @poconggg, tapi apa yang terjadi? Akunnya gagal total, saking frustasinya, kami pake auto followers, hina memang.

Hingga pada suatu hari, kesucian jomblo diantara kami berempat tercoreng, Salah satu diantara kami ada yang pacaran, lalu gimana dong? Ya nggak apa-apa. Dimana-mana kaum minoritas pasti kalah sama mayoritas, ya kan? 

Kaum Mayoritas        : Galau nih ye? Gara-gara pacarmu lagi? Udah putusin aja.

Kaum Mayoritas        : Pacar kamu itu beneran cewek? Kemaren kita liat dia pipisnya sambil                                                berdiri loh.

Kaum Mayoritas        : Eh, kok dompet kita sih tebel terus ya? beda sama punya kamu                                                       *usap-usap dompet* 

Setelah digodain hampir setiap hari, kayaknya sih dia udah enggak kuat dan akhirnya dia kembali ke jalur yang benar, yap, dia putus sama pacarnya.

Tapi lama-kelamaan kami sadar kalo kami itu emang butuh sama yang namanya pacar. Kami baru sadar kalo kebersamaan kami, tiap malem minggu suka nongkrong di taman kota, bayangin, ada 4 orang cowok ngerumpi di malem minggu, muka-muka m*a*h*o. Hih. 

Hingga pada akhirnya satu per satu dari kami mulai melepaskan status jomblo, emang butuh waktu "Biarpun pelan tapi pasti." itulah motto kami saat itu. Tinggal 2 orang yang belum dapet, saya termasuk didalamnya dan enggak berselang lama, pada tanggal 20 Maret 2013 ada sesuatu hal besar terjadi.

Salah satu dari keempat sahabat saya, namanya Husain. Dia membawa sebuah kabar yang cukup mengejutkan. Dia bilang kalo ada yang suka sama saya. Dia ceritain deh semua kronologinya, saat itu saya bingung, saya ragu, diambil apa jangan ya?

Beberapa hari kemudian..

Akhirnya setelah dipikir-pikir saya terima juga tuh cewek yang Husain ceritain sama saya. Jadi kita anggap Husain ini adalah tukang pos dalam PDKT saya sama gebetan. Dia yang selalu jadi orang buat ngenterin berita atau apapun baik itu dari saya atau pun dari gebetan. Kebetulan gebetan saya juga suka curhat sama dia, karena gebetan saya itu temen sekelas, iya sekelas.

Namanya Yonna, orangnya lumayan tinggi sekitar 165cm, wajahnya ah, pasti cantik, kulitnya putih mulus. Enggak banyak yang bisa saya definisikan karena jujur, saya sedikit terkejut dengan kejombloan saya yang sudah menginjak angka 1 tahun tapi masih aja ada yang mau sama saya. Cinta itu memang buta, tapi mencintai kamu bukanlah suatu kebutaan, kata Yonna. Oke, saya juga seneng kok, bisa dicintai begitu besarnya.

Awal dari semuanya adalah ketika Yonna tiba-tiba nge-bm saya, dan minta foto Cristiano Ronaldo, aneh kenapa minta sama saya? Bukankah di internet juga banyak, kata saya. Tapi saya enggak gitu dong, kapan lagi coba ngebalesin bm dari cewek cantik. Saya kirimin dia beberapa foto CR, dari situ obrolannya makin merambat enggak cuma ngomongin CR.

Yonna   : "Dam boleh minta foto Cristiano Ronaldo?"

Saya      : *mikir 5 menit* *bingung mau bales apa* "Oh boleh, tunggu ya."

Setelah milih foto CR yang kira-kira layak untuk dipertontonkan ke publik. Saya langsung tekan send picture.

Yonna   : "Loh kok cuma dikit? pelit amat sih."

Saya      : "WOI! MASIH MENDING UDAH DIKASIH." *delete*

Saya       : "Cuma ada segitu, cari aja di internet banyak kok." *send*

Proses PDKT saya sama Yonna itu enggak lama, kira-kira cuma 5 hari. Terus pas tanggal 27 Maret 2013 saya resmi menyandang status pacarnya- Yonna. Saya udah enggak jomblo lagi, saya berasa mimpi. Tolong ya peristiwa ini dicatat dalam sejarah.

Awal-awal masa saya pacaran itu sama kayak pasangan ababil diluar sana, kalo diibaratkan ee’k ayam, hubungan kami masih anget-angetnya. Disaat itu kami malahan sering surat-suratan, bisa berupa tulisan tangan atau pun kirim-kiriman lewat email. Emang udah bukan jamannya, tapi namanya juga cinta, karena cinta membuat logika itu enggak berguna.

Pada suatu hari Yonna pernah bilang kalo dia mau ngasih suprise, saya seneng dong. Tapi kenapa mau ngasih suprise ko malah ngasih tau ke saya? Ah biarlah ~. Hingga pada suatu pagi..

Yonna berjalan pelan menghampiri saya, sambil membawa sebuah novel yang dia pinjam beberapa waktu lalu.

Yonna   : "Nih, tapi novelnya dibuka kalo kamu udah dirumah ya."

Saya      : "Loh, kok gitu emang kenapa?"

Yonna    : "Liat aja nanti." Dia tersenyum.

Kami pun saling awkward moment  J

Sesampainya dirumah, saya buru-buru buat buka tuh novel dan saat dibuka.....

Apakah isinya, tunggu setelah pesan-pesan berikut ini..

Hmm... isinya adalah sebuah surat dan sebuah gantungan kunci transformer. Saya buka suratnya, dan saya baca secara perlahan. Lalu saya tersenyum, bahagia. Dari situ mucul sebuah harapan bahwa Yonna memang yang terbaik buat saya. "Saya enggak akan ngecewain dia." bisik saya dalam hati.

Hari ini saya sengaja buat berangkat sekolah lebih pagi biar bisa ngobrol-ngobrol dulu sama Yonna. Tapi saya selalu kalah pagi dibandingin dia, saya merasa gagal.

Hubungan kami lancar-lancar aja, semuanya terus berjalan, dan enggak terasa UN pun udah lewat. Dan pada tanggal 27 April 2013 hubungan kami resmi menginjak bulan ke-1. Sama seperti halnya remaja diluar sana, kami ngerayain monthsarry, momen itu kami rayakan dengan penuh kebahagiaan, kami juga tuker-tukeran kado. kenapa mau protes? Enggak boleh. Dan lagi-lagi di dalam kado yang Yonna kasih, terdapat sepucuk surat, dan lagi-lagi saya dibuat tersenyum bahagia olehnya.  

Ketika sekolah sudah bebas karena enggak ada kegiatan lagi. Saya dengan Yonna udah jarang ketemu lagi. Hari bebas yang sebelum-sebelumnya saya tunggu-tunggu malah membawa sebuah petaka. Yap, hubungan saya dengan Yonna mulai menemui masalah-masalah kecil, kami jadi sering ribut, dan dia udah "sedikit cuek" sama saya. Tapi saya enggak langsung menyerah, saya berusaha memperbaiki keadaan, dan sedikit bercerita sama si Husain tentang masalah ini, dan dia bakalan coba bantu.

Dari hari ke hari, keadaaan makin enggak bener, usaha saya buat cari tahu kenapa Yonna berubah tak kunjung menemui titik terang. Sama halnya dengan Husain, dia juga tidak kunjung mendapat kabar. Saya rasa sikap Yonna makin ke sini makin beda, contohnya begini. :

Awal-Awal masa pacaran :

Saya      : “Hai, sayang. Kamu dimana?”

Yonna     : "Hai juga sayang. Aku udah dirumah. Kamu dimana? Udah makan?”

*sebenernya percakapan diatas itu mengandung emoticon, tapi ngebayanginnya aja saya udah jijik –_-

Pertengahan masa pacaran :

Saya     : “Hai, sayang. Kamu dimana?”

Yonna   : “Dirumah.”

*kalo yang ini emang natural tanpa emoticon.

So, liat jelas banget kan perbedaannya? Dari yang awal-awal pacaran sama yang pertengahan masa pacaran. Mungkin jika saya pecinta drama, saya bisa langsung bilang ke Yonna. "Kamu berubah.” Tapi untung saja saya masih normal, saya bukan pecinta drama melainkan pecinta wanita.

Hingga pada suatu pagi, di hari sabtu, saya bangun ketika jam sudah menunjukan pukul 08.00 saya enggak kaget, karena toh sekolahnya juga udah bebas. Tapi ketika saya membuka HP, terdapat sebuah pesan singkat dari, Yonna.


Kamu cepetan kesekolah, aku mau ngomongin sesuatu.

Sendder : Yonna 


Damn, hal buruk akan segera terjadi. Saya bergegas mandi, tidak lupa menggosok gigi, habis mandi ku tolong ibu membereskan tempat tidurku, bau pesing. Err, lupakan itu.

Akhirnya saya sampe disekolah, dan Yonna sedang duduk di salah satu kursi kayu , saya pun menghampirinya. Ketika melihat saya tanpa bicara apapaun dia langsung berdiri dan berjalan. Saya yang emang sudah ngerti langsung ngikutin dia, dan sampailah kami di kantin sekolah. Dia diem, saya juga diem. Buat mencegah situasi diem-dieman ini.  Akhirnya saya memberanikan diri buat bicara duluan.

“Hmm.. katanya mau ngomong sesuatu, apaan?

Yonna masih diem, dia masih nunduk. Setelah beberapa saat akhirnya dia mengangkat mukanya.

“Dam, aku rasa sekarang kamu berubah.”

”Maksud kamu berubah gimana?”

“Ya, aku kira kamu tuh enggak bakalan terlalu perhatian sama aku, tau-taunya kamu malah kayak gini. Aku enggak mau diperhatiin berlebihan kayak gini.” 

Dia kembali menundukan kepalanya, kedua tangannya terlihat saling mengepal satu sama lain.

“Tapi kan perhatian itu nunjukin kalo aku sayang sama kamu.”

“Enggak dam, aku udah enggak bisa lagi ngelanjutin ini. Sekarang kita putus.”

“Putus? Beneran? .”

“Ya, beneran. Aku lagi pengen sendiri dulu.” Dia langsung pergi, meninggalkan saya sendirian.

Dan semenjak itu hubungan saya resmi putus. Saya berusaha buat ngelepasin dia ya walaupun berat hati, tapi kan itu keinginan dia buat pergi. Hubungan yang hanya mampu bertahan 1 bulan lebih itu memang jadi sebuah pelajaran buat saya. 

Ada satu kalimat di dalam surat yang dia tulis dan sampai sekarang masih saya ingat, kira-kira begini “Aku enggak bisa mastiin kita bakalan sampai kapan. Tapi yang penting sekarang aku bahagia, dan aku mau jadi yang terbaik buat kamu.” Mungkin saat Yonna minta putus, dia udah enggak bahagia bersama saya.

Saya juga belajar bahwa sebuah hubungan apalagi yang hanya berstatus pacar itu emang mudah sekali lepasnya, kalo diibaratkan bagaikan “Tulang Rusuk Susu”. Kita emang bisa ngejaga Tulang Rusuk Susu itu buat enggak lepas atau menjaganya supaya bisa bertahan dalam jangka waktu yang panjang, tapi apa daya, pada akhirnya toh Tulang Rusuk Susu itu tetep bakalan lepas juga.

Setelah putus dan saya kembali menjadi jomblo. Saya mencoba buat intropeksi diri, tentunya untuk jadi lebih baik lagi. Saya masih mencoba memahami kata-kata Yonna, “Kamu terlalu perhatian sama aku.” Kira-kira kalo aku cuek bakalan dikatain “Kamu tuh enggak perhatian sama aku.” juga nggak ya? Ah, entahlah wanita memang makhluk yang sangat rumit untuk dipahami.




"Banyak orang takut merasakan sulitnya bangkit dari rasa patah hati, hingga mereka berusaha untuk menghindari jatuh cinta."

Read More