Saturday, 29 September 2012

// // 3 comments

Malam Kelabu


Malam ini ku masih sendiri
Tanpa ada seorang pun yang menemani
Hanya bulan dan bintang yang setia menemaniku
Menemani malam demi malam ini

Andai saja ada yang mau mengisi kekosongan ini
Kekosongan yang terjadi setelah kau pergi
Pergi begitu saja tanpa kata-kata
Kini aku hanya bisa terdiam dan membisu

Ingin rasanya kembali bersama denganmu
Tapi ku tak ingin kembali membuka kenangan
Kenangan yang sangat terasa sakit
Yang telah menggoreskan luka sangat dalam

Tapi sampai kapan aku akan terus begini
Terus sendiri dan tak ada yang menemani
Sekarang ada dua hal yang terus membayangi
Yang akan menentukan perasaan ini

Perlahan demi perlahan waktu telah berlalu
Menciptakan sebuah lembaran baru
Menghilangkan semua kenangan yang kelabu
Mencoba melangkah untuk terus maju

 Bukankah hidup harus terus melangkah
Bukankah hidup ini harus terus menatap kedepan
Tapi apakah boleh kita mengingat kenangan
Apakah boleh kita menengok kebelakang

Biarlah tuhan yang mengatur semua
Biarlah hanya tuhan dan aku yang tahu isi hatiku
Biarkan bulan dan bintang yang  selalu terangi malamku
Dan biarkanlah waktu yang akan membuktikan itu semua


Read More

Friday, 28 September 2012

// // Leave a Comment

Selamat Jalan Alawi


Lagi-lagi bangsa ini kehilangan seorang generasi emasnya. Generasi yang ditunggu-tunggu tapi malah hilang, hilang dari dunia ini dengan membawa mimpi yang belum tercapai, dan sejuta harapan yang belum dirasakan.  Mau sampai kapan ini terus terjadi satu demi satu nyawa menghilang demi nama kelompok, demi sebuah kekuasan dan demi pamer kekuatan. Apakah mereka tak sadar bahwa mereka semua telah membunuh saudaranya sendiri saudara satu tumpah darah dan saudara satu perjuangan. Kali ini seorang pelajar SMAN 6 Jakarta menjadi korban, dia tidak tau apa inti permasalahan, dia tak tau apa  yang sedang terjadi dan yang terpenting adalah dia tidak terlibat dalam tawuran. Dia adalah Alawi Yustianto Putra (15)  seorang korban yang terkena serangan hingga tewas.

Sungguh sangat disayangkan hal itu terjadi. Sebenarnya apa yang mereka pikirkan ? apakah menang tawuran buat kalian bangga ? apakah membunuh orang buat kamu kuat ? NGAKK!! malah kamu rugi dan kamu sendiri akan menyesali perbuatan itu semua ingat Penyesalan itu selalu datang di akhir.Apakah kalian gak kasihan sama orang tuanya mereka mengharapkan anaknya pulang ke rumah bukan ke rumah sakit apalagi harus pergi untuk selama-lamanya.

Selamat Jalan Alawi Yustianto Putra. Semoga Kamu Tenang Disana, Doa Kami Akan Selalu Menyertaimu.
Read More

Saturday, 22 September 2012

// // Leave a Comment

Beautiful and Unforgettable GIFT


Siapa sih yang belum pernah dapet Kejutan ? pasti kalian semua udah pernah ngerasain deh... tapi ngomong-ngomong yang jomblo pernah dapet kejutan gak ? *pukpukjomblo*. Kejutan itu bisa dateng dari siapa aja bisa dari keluarga, pacar, dan sahabat. Kalo buat gue sendiri sih kejutan yang paling berkesan tentunya dari keluarga karena belum pernah dikasih sama pacar.

Ngomong-ngomong soal kejutan pasti idenitik dengan Ulang Tahun. Tapi sayangnya kalo ulang tahun dikasih kejutannya yang bikin kita sengsara contohnya di tabur pake terigu, di ceplok pake telor, di siram pake air. Lo pikir gue pisang goreng yang di taburin terigu terus pake telor lalu digoreng ?. Tapi biasanya tradisi itu menyisakan kenangan yang gak mungkin terlupa, emang sih gak ada salahnya selagi kita masih muda ya kan ?. Selain contoh tadi, yang sering dibuat sebagai kejutan adalah barang, makanan, dan kenangan. Gue juga pernah dapet kejutan yang gak akan terlupakan dari orang tua gue.

>>Nih simak cerita gue dapet kejutan dari orang tua

Pada saat gue masih duduk di sekolah dasar memang gue seseorang yang gagap teknologi, yang gue tau cuma sebatas Handphone saja. Setelah sekian lama nge-gagap teknologi akhirnya gue mendeteksi adanya komputer yang bisa dibawa kemana-mana dan bisa dimasukin ke tas. Widihhh...... keren banget tuh pasti harganya mahal *cetus gue dengan wajah datar. Lama-kelamaan gue mulai tertarik buat nyari tau tentang benda yang satu ini. Gue yang pada waktu itu hanya bisa melihat barang tersebut di Televisi dan dikantor-kantor yang gue sendiri pun gak ngerti apa benda itu dan boro-boro tau gimana makenya. Tapi berkat rasa ingin tau yang tinggi, gue mulai mencari tau apa nama benda itu dan apa kegunaanya, cara gue buat cari tau sih cuma tanya-tanya ke orang tua atau ke sodara gue. Tapi sayangnya itu semua cuma jadi khayalan karena gue gak mungkin bisa punya yang kaya gituan, terus kalo gue punya juga buat apa emang gak ada manfaatnya buat gue. Setiap ada waktu gue selalu memandangi tuh gambar yang biasa ada di koran-koran.

Gue telah hampir menyelesaikan sekolah dasar, setelah menyelesaikan UN, gue bersiap buat mendaftar ke salah satu SMP di kota gue. Semua nilai UN gue memang cukup bagus. Akan tetapi keinginan gue untuk memiliki benda tersebut masih belum bisa tercapai. Sedangkan untuk masuk SMP gue harus menjalani test komputer, suatu berita yang tak menyenangkan bagi gue dan teman-teman yang lain. Akhrinya gue dan mereka sering-sering ke warnet buat belajar komputer lebih dalam. Andai saja gue punya komputer sendiri mungkin guw bisa belajar di rumah kapanpun dan selama apapun.

Tenyata orang tua gue juga berpikir buat membelikan gue komputer gaul yang sering gue tatapi di koran. Dan beberapa minggu sebelum test orang tua gue ngajak pergi ke toko komputer. Gue bingung mau ngapain kita kesana, karena mereka tidak bilang ke gue terlebih dahulu. Sesampainya disana gue seneng bukan main, barang yang gue impikan bisa menjadi milik gue. Walaupun hanya sebuah Notebook tapi gue seneng banget, sampai sekarang gue masih suka mengotai-ngatik walaupun sudah punya yang baru.






Gue bersyukur banget punya orang tua kaya mereka, orang tua yang  bisa menjadi panutan kita buat kedepannya. Gue janji suatu saat nanti akan membalas semua jasa mereka selama ini yang udah dikasih ke gue. Walaupun gue gak bisa balas semua jasa mereka dengan harta, tapi setidaknya dengan mencapai apa yang gue cita-citakan itu telah cukup untuk buat mereka bahagia. Terima kasih Ayah... Terima kasih Ibu yang telah mengajarkanku tentang arti hidup yang sebenarnya, untuk menjadi orang yang berguna bukan hanya seonggok daging yang punya nama.


Read More