Saturday, 3 November 2012

// // Leave a Comment

Lembara Usam



Hembusan angin malam menyertai kepergianmu yang tanpa kata, sama halnya dengan angin ini pergi dan datang tanpa kata, seenaknya saja.

Mencoba melupakan semua kenangan, tapi itu sangat sulit. Kemauan tidak sejalan dengan otak, kemauan untuk melupakanmu sangat besar tapi otak ini berkata lain dan kemauan pun harus menurutinya.

Kubuka lembaran demi lembaran usam, membuka kembali memori lama yang telah ku kubur dalam-dalam, “aih itu dia “ hati berbicara, tepat di mana lembaran kenangan ketika kita bersama.

Kucoba terus mengingat dan mengingat kenangan itu, hmm...“tapi aku tidak bisa memutar kenangan itu kembali” otak pun ikut bicara. Ah.. ini gara-gara kamu yang menggoreskan luka terlalu dalam.

Terus kubuka halaman berikutnya, tetapi mengapa yang kutemukan adalah sebuah jurang yang sangat dalam, Apakah aku telah terjatuh segitu dalamnya ? Sehingga aku sulit untuk keluar dari jurang itu !

Hingga sampailah dihalaman terakhir disinilah aku melihat beberapa buah tebing, tetapi sayang tidak ada yang menghubungkan antara mereka. Sama halnya dengan kita yang dulu,tak ada yang menghubungkan antara kita berdua, yang mengakibatkan adanya jarak diantara kita.

Ini bukan masalah jarak yang bisa ditempuh dengan berlari, mengayuh,dan berenang. Tapi ini jarak antara hati, jarak antara 3 cinta, Aku padamu, Kamu padanya.  


Read More