Saturday, 19 April 2014

// // 4 comments

Kamu, Hitam, Berlari

Pertama-tama, saya ucapkan selamat kepada semua kakak kelas yang telah mengikuti UN sampai hari terakhir. Semoga hasil yang didapat adalah yang terbaik. Amin.

Nah, berhubung kakak kelas lagi pada UN, saya sebagai dedek-dedek unyu terpaksa harus belajar dirumah. Ya. Hari libur selalu saja dikasih embel-embel belajar dirumah. Padahal itu enggak bener. Tapi sebagai seorang calon murid teladan pada tahun 2016 saya harus melaksanakan perintah itu. Ketika dirumah saya tidak hanya diam, saya belajar dari mulai hal-hal kecil. Iya. Dimulai pagi hari, saya belajar untuk tidur lebih lama dari biasanya. Lanjut siang hari, saya belajar untuk mandi lebih siang, dan makan  lebih banyak. Lalu sore hari, saya belajar untuk enggak mandi sore, dan malam hari, saya belajar untuk begadang lebih lama. Tuh kan banyak banget belajarnya? Sebenarnya itu belajar atau membiasakan sih? Ah udahlah, pokoknya udah memenuhi syarat jadi murid teladan, deh.

Tapi kalo hari libur tuh, kerjaan saya cuma melototin laptop sama internetan. Kenapa engga pacaran? Huh, saya engga ada waktu buat itu. Pret!! Katanya engga ada kerjaan!! Bilang aja jomblo!! Ketika itu saya lagi bete, dan saya iseng-iseng aja buka blognya bang @shitlicious, Daaannn, emang bener kalo jodoh enggak kemana, paling diambil temen. Ada postingan baru di blog bang alitt, judulnya “Belajar Nulis Di Malam Mistis” Saya baca perlahan-lahan. Dan yap, isinya ngebahas tentang nulis cerpen pake 3 kata secara acak. Sebenernya saya udah tahu tentang teknik ini dari “Creative Writing” bukunya mas AS Laksana  tapi ya gitu, saya males buat praktek. Buat lebih jelas gimana cara-caranya baca aja disini.

Pertama-tama saya pilih dan tulis di kertas, 3 kata kerja, 3 kata benda, 3 kata sifat. Saya lipet-lipet tuh kertas terus saya ambil secara acak. Dan saat itu saya dapat 3 kata yang lumayan asik, yaitu, Kamu, Hitam, Berlari. Setelah dapet 3 kata, kita bikin endingnya mau kayak gimana, katanya sih biar ntar tulisannya enggak ngawur kemana-mana. Terus yang ketiga, kita bikin outlinenya, jadi tulis jalan cerita yang mau kamu bikin tapi poin-poin nya aja dulu. Kalo ketiga langkah udah terpenuhi sudah saatnya untuk memulai menulis ceritanya.

Dari 3 kata tadi, Hitam, Kamu, Berlari. Awalnya agak keder mau dibikin apa nih cerita. Ketika membayangkan kata Hitam dan Berlari, di pikiran saya langsung teringat sama Kuda. Entah apa sebabnya tapi yang langsung terpikir itu kuda. Tapi saya enggak mau bercerita tentang kuda. Akhirnya setelah minum air putih satu gelas, otak saya jadi encer dan saya dapet ide lumayan bagus.

15 menit saya nulis..


25 menit saya nulis..



Buka twitter 10 menit...



30 menit saya menulis dan selesai..


Dibawah ini adalah cerpen yang saya buat dari tiga kata tadi. Saya merasa senang bisa nyelesain tuh cerpen, ada rasa kebanggaan tersendiri. semoga menikmati ceritanya, dan kalo kurang suka mohon dimaklumi karena ini adalah pertama kalinya saya nyoba bikin cerpen hehehe.

Tak Akan Lelah Mengejarmu


"Wuihh ternyata bidadari tak bersayap tuh bener-bener ada ya." Bisik Roger dalam hati, sambil memperhatikan cewek di depannya.

Roger sudah lama mengagumi Mila. Sejak kedatangan Mila di komplek perumahannya, Roger sudah dibuat terpesona dengan penampilan Mila. Rambut panjang yang indah, postur tubuh yang tinggi  dan kadar lemak yang ideal sehingga membuat badannya enak dilihat dan yang penting wajahnya yang cantik.

Kurang-Lebih kayak gini perwujudannya 


Ketika Mila sedang jalan-jalan di sekitar komplek. Roger memberanikan diri buat ngajak kenalan, walaupun lututnya udah gemeteran tetapi dia tetep mau ngelanjutin rencana itu.

Roger bersiap-siap ketika Mila sudah berada dalam radius 50 meter. Dia merapikan rambutnya, mukanya sengaja di ganteng-gentengin. Dan ketika Mila mendekat, Roger langsung menghampirinya. Slowly but surely.

“Errr.. Hai, kamu anak baru disini ya?” Tanya Roger sambil memasang muka sok gantengnya.

Tapi Mila keliatan biasa aja melihat wajah sok ganteng Roger. Dan dia malah menundukan wajahnya, Mila
menjawab “Iya. Kok kamu tau?”

“Karena aku baru melihat kamu kali ini. Kamu pindahan dari mana?” Jawab Roger dengan cepat, dan sangat ceria seperti salah satu tokoh kartun teletubies.

Oh gitu ya. “Aku pindahan dari bumi bagian selatan. Deket-deket sama Madagascar”

Madagascar? Pantesan muka kamu kayak binatang. “Jauh juga ya. Eh iya kita belum kenalan. Kenalin namaku Roger.” Sambil menyodorkan tangannya.

Mila juga menyodorkan tangannya “Namaku Mila.” Kemudian cepat-cepat melepaskanya lagi dari Roger.

"Oh, Mila ya nama yang bagus. Eh kamu tau gak, err, nganu lohh." Roger bingung plus enggak berani buat minta nomer HandPhone Mila, padahal pas lagi latihan dia bisa mengucapkan ini degan lancar.

Melihat perilaku Roger, Mila terlihat sedikit kebingungan "Nganu apaan tah?"

Akhirnya mau enggak mau Roger harus berani, kesempatan ini harus dimanfaatkan. "Hmm.. aku boleh minta nomer hp mu?" Untuk meyakinkan Mila, Roger kembali memasang wajah sok ganteng yang kali ini bercampur dengan wajah ngarep.

Mila mengeluarkan HandPhonenya "Boleh nih catet ya, 908567812xxx" *nomor telepon bumi bagian selatan yang deket sama madagascar emang kayak gitu*

Setelah mencatatnya Roger langsung menyimpan nomer itu dengan nama kontak "My Princess"

"Yaudah aku duluan ya, byee" Mila pergi meninggalkan Roger. Sendiri.


Setelah itu Roger sering sms Mila, buat sekedar ngingetin makan, ngucapin “good night” sama “good morning”, nanyain kabarnya padahal cuma buat basa-basi.

Roger selalu ingin berada didekat Mila, dia juga sering melakukan kegiatan modus kepada Mila. Misalkan ketika Mila sedang lari pagi di sekitar komplek, Roger sering ikut-ikutan lari dibelakang, sambil membawa sebotol minuman buat Mila. Tapi acara modus itu selalu gagal, karena air minumnya selalu habis diminum Roger sendiri.

Terus, ketika Mila sedang berada di taman komplek, Roger sering membawakan makanan ringan atau es krim. Tapi Mila selalu menolaknya. Akhirnya eskrim itu mencair karena terus dibiarkan, seperti perasaannya yang terus mencair meminta untuk ditampung. Ya. Mila selalu saja mengacuhkan perhatian itu. Tapi itu tidak membuat Roger mundur, malahan dia makin semangat buat bisa ngedapetin Mila.



Dan hari ini seperti biasa  Roger sedang menunggu Mila, di taman komplek. Roger sudah tau kapan saja Mila akan kesini. Untuk menunjukan jiwa kelaki-lakiannya Roger sengaja datang lebih cepat, tidak tanggung-tanggung dia datang lebih cepat 1 hari. Roger bermalam dengan berlantaikan rumput taman, beratapkan bintang, ditemani puluhan nyamuk dan diiring bunyi kucuran air mancur. Dia tertidur lelap. Walaupun harus mengorbankan tubuhnya yang habis digigit nyamuk.

*Cuit* *Cuit* kicauan burung membangunkan Roger dari tidur nyenyaknya. Dia sadar kalo pagi ini Mila akan datang ke taman ini. Roger buru-buru membasuh mukanya, lalu dia duduk di kursi taman yang berada tepat didepan air mancur.

1 Jam menunggu Mila belum datang.. 


2 Jam Mila pun belum datang..


3 Jam menunggu.. barulah Mila menampakan batang hidungnya. Roger sumringah melihat kedatangan Mila. Dia berusaha untuk membuat wajahnya terlihat ganteng (lagi).

“Milaaaaaa.” Roger memanggil Mila dari radius 50 meter. Tapi Mila masih diam. Dia memanggil satu kali lagi, barulah Mila menengok ke arah Roger.

Mila masih diam ditempatnya “Eh, ada kamu. Lagi ngapain disini?” teriak Mila dari radius 50 meter

“Aku lagi nungguin kamu nih.” Serasa diperhatikan, Roger sangat bahagia, wajahnya langsung berubah menjadi unyu-unyu kemayu. “Milaa, kamu tau gak?”

“Kan aku gak minta ditungguin.” Mila memalingkan wajahnya, seperti tidak peduli. “Tau apaan?” balas Mila.

Roger menarik nafas dalam-dalam. Akhirnya setelah merasa kalo ngobrol jarak jauh tuh cape, Dia berjalan menghampiri Mila, diperjalanan dia memetik bunga tapi malah terambil beserta potnya, dia tidak kuat untuk mengangkatnya, akhirnya menyimpannya kembali. Kini Roger sudah berhadapan dengan Mila.

“Mila, aku rela nungguin kamu dari kemarin, aku rela tidur di taman. Dan kamu tau gak? bentol-bentol sekujur ditubuhku inilah bukti rasa sayangku ke kamu.” Roger menatap mata Mila dalam-dalam.

“Oh gitu. Ya itu salahmu. Lagian aku ga nyuruh kamu buat nginep di taman kok. Byee aku pulang dulu, tiba-tiba perutku sakit, jadi pengen boker.” Mila berpaling lalu berlari menjauhi taman itu.

“Tapi, Milaaaa tunggu dulu. Aku juga kebelet boker.” Roger berlari mengejar Mila.

Setelah boker, Akhirnya roger merasakan kelegaan tapi kali ini Roger gagal lagi ngedeketin Mila. “Besok aku bakalan nyamperin dia kerumahnya.” Bisik Roger dalam hati

Pagi itu Roger terbangun dengan keadaan tak bercelana, dia lupa bahwa sehabis boker tadi dia langsung ketiduran. Dia bergegas mandi dan langsung bergaya, dia menyisir rambutnya. Roger menatap mukanya dalam-dalam, dia memperhatikan jengkal demi jengkal wajahnya. Dan cerminnya pecah. Ketika merasa sudah siap dia langsung berlari menggunakan sepatu roda untuk menuju rumah Mila.

“Milaaa.” Roger memanggil setengah berteriak. Tapi tak ada jawaban.

Roger melihat ke kamar Mila,  tapi tertutup. Akhirnya dengan aksi nekad Roger membuka pagar dan mengetuk pintu.Tak ada jawaban. Dia menekan bel, tapi tetap tak ada jawaban. Akhirnya Roger mengeluarkan HandPhone dari sakunya, dia cari kontak Mila, lalu menelponnya. Satu kali, nomor Mila tidak bisa dihubungi, dua kali tetap sama, tiga kali pun sama. Roger lelah, dia memutuskan untuk menunggu Mila dengan duduk di kursi depan rumah itu. Sampai Roger tertidur.

Hari sudah malam, dan Roger tebangun ketika ada yang membangunkannya.

“Hei.. kamu ngapain tidur disini?” Bentak satpam yang wajahnya luamayan unyu.

Roger kaget, masih dengan muka bantal dia menjawab “Saya lagi nunggu Mila, pak. Tapi saya ketiduran hehe.”

“Mila siapa?”

“Milaa, anaknya pemilik rumah ini. Saya lagi nungguin dia.” Roger menjawab dengan nada yang sedikit ditinggikan.

“Kamu tau gak? Keluarga ini udah pindah dari pagi tadi.”

Roger terkejut mendengar omongan satpam tadi, dia tidak percaya. “Apa pak? Mila udah pindah, tapi kenapa dia enggak bilang sama saya?”

“Mana ku tau lah, sudah sana pulang.”

Roger akhirnya bangun lalu keluar dari rumah itu dengan muka yang lesu, dia sedih karena sekarang Mila sudah benar-benar pergi. Roger memutuskan untuk ke taman, dia tidak ingin pulang. Saat perjalanan ke taman, bayang-bayang Mila berterbangan dalam pikirannya. Banyak hal-hal indah yang dia lakukan untuk Mila, salah satunya Roger rela menginap ditaman hanya untuk menunggu Mila. Roger akan ngelakuin apa aja untuk orang yang dia sayang, dia tidak akan pernah lelah untuk terus mengejar Mila.

Roger duduk di kursi biasa dia menunggu Mila. Dia meratapi air mancur dihadapannya, malam itu udara cukup dingin, bintang-bintang bertaburan menghiasi langit. Roger menundukan kepala.. dia merasa sangat kehilangan. dan ia terkejut ketika melihat sebuah kotak. Sebuah kotak hadiah, ukurannya tidak terlalu besar. Roger ingin mengambilnya tapi dia takut, “Jangan-jangan itu bom”. Tapi akhirnya dia memberanikan untuk mengambil kotak itu dan menaruh diatas pahanya. Lalu membukanya. Didalam kotak itu Roger menemukan sepucuk surat dan setangkai bunga yang waktu itu berusaha dia petik tapi malah terbawa bersama potnya. Roger membuka surat itu lalu membacanya perlahan-lahan.

Dear Roger,


Aku berharap kamu menemukan kotak ini dan membaca surat ini. Dan sekarang kamu benar-benar menemukannya kan? 


Roger, 

Aku mau minta maaf karena aku tidak mengabarimu atas kepindahan ku ini. Aku gamau bikin kamu sakit hati. Aku tahu kamu itu orang yang baik, aku juga tahu kalo pengorbanan kamu itu memang tulus.

Maafkan aku atas sikapku kepadamu, aku seakan tidak peduli atas semua pengorbanan yang kamu lakukan, tapi sebenarnya aku melakukan itu dengan terpaksa. Aku tidak ingin menyakitimu. Itu saja.

Aku berusaha untuk menjauhimu agar kamu menyerah untuk mengejarku. Tapi ketika aku berlari kamu juga ikut berlari seolah tidak merasa lelah. 

Roger, aku bukannya tidak sayang padamu. Aku hanya tidak ingin mengecewakanmu. Bayangkan, jika aku membalas rasa sayangmu, lalu kita bisa bersama menjalin sebuah hubungan, tapi tetap saja pada akhirnya kita harus berpisah bukan? aku rasa itu akan jauh lebih menyakitkan. Oleh karena itu aku  memilih untuk menjauh. Sekali lagi maafkan aku. Kamu baik-baik disana.

Aku sayang padamu.

With Love,

Mila

Roger menunduk, dia merasakan matanya memanas, tapi air matanya tidak menetes hanya menggantung di pelupuk matanya. Roger melipat surat itu, lalu memasukan kedalam kotak. Dia berdiri, kotak itu dipeluknya erat-erat. Lalu dengan langkah-langkah yang berat dia berusaha meninggalkan taman itu, dia berjalan menuju gerbang keluar dan sebelum benar-benar menginggalkan taman itu. Dia mengeluarkan HandPhone mencoba untuk menghubungi Mila, tapi masih sama tidak bisa dihubungi. Roger kembali menengok kebelakang “Harus kualamatkan kemana, surat balasanku ini Mila? Tapi kamu harus tau. Aku akan selalu mencintai kamu, sampai kapanpun itu. Aku berjanji.”

Kakinya sangat berat untuk meninggalkan tempat itu, tapi dia harus pulang. Dia kembali melihat bintang diangit sana. Akhirnya Mila benar-benar pergi, bersama hitamnya pekat malam saat itu. Dan setelah, kepergian itu Roger tetap bersikukuh jika dia akan terus mengejar Mila. Walaupun sebenarnya dia tidak tau kemana dia harus berlari, tapi Roger yakin, suatu saat nanti mereka akan dipertemukan. "Aku akan menunggu waktu dimana, Aku dan Kamu berubah menjadi Kita." bisiknya dalam hati.

--_--

Yap, itu cerpen yang berhasil saya buat. Dari cerita itu kita bisa tau kalo Roger tidak akan menyerah untuk mengejar orang yang dia sayang. "Cinta tak harus memiliki, tapi setidaknya harus mengakui." - @Shitlicious. Itu mungkin tanggapan saya terhadap cerita itu. Kalo kalian bagaimana? Share di coment box ya :D Mungkin cukup sampai disini dulu. Byeee..

Selamat Malam Minggu.

4 comments:

  1. aku sendiri mungkin susah nulis cerpen dgn hanya 3 kata seperti itu :) Dipikir2 cara bagus untuk asah kemampuan menulis yaa..

    ReplyDelete
  2. saya komen dulu terus baca di rumah.. hehehe #yangpentingkomenbang

    ReplyDelete